Archive for the ‘DATA SASTRAWAN ACEH’ Category

ARIEF RACHMAN

Posted: April 9, 2009 in DATA SASTRAWAN ACEH

Awal kepengarangannya ditandai oleh hasil karyanya yang berupa sajak. Bakat menulisnya timbul ketika masih aktif di Sanggar Kesenian Kusuma Bangsa sekitar tahun 1981 sampai dengan 1984 yang dikelola KP4BS Sabang, diseksi Drama dan Puisi. Dia dilahirkan di Medan, Sumatra Utara, 8 Juni 1968. Aktifitas seninya pernah berhanti tolal ketika pulang ke Medan pertengahan tahun 1984. Sejak saat itu nama suami Samsidar, dara kelahiran Sigli 1971 ini jarang terdengar, walaupun sesekali masih sering menulis puisi. Sampai sekarang belum punya satupun antologi puisi secara tunggal. Beberapa puisinya pernah dimuat di beberapa media, baik di Medan maupun di Aceh. Bekerja sebagai wartawan di Surat Kabar Aceh Expres, Banda Aceh dan Tabloid Mingguan Hikmah, Pikiran Rakyat, Bandung. Sajaknya Ketika Damai Tak Lagi Ada dimuat dalam antologi bersama penyair Aceh Keranda-Keranda (DKB, 1999).

Iklan

A.HASJMY

Posted: April 9, 2009 in DATA SASTRAWAN ACEH

sastrawan Aceh yang termasuk salah seorang tokoh Angkatan Pujangga baru. Dia dilahirkan di Aceh Besar, pada tanggal 28 Maret 1914 dan meninggal di Banda Aceh tanggal 18 Januari 1998. A. Hasjmy adalah seorang pemeluk agama Islam yang taat. Dia memulai pendidikannya dengan sekolah agama, tamat sekolah Thawalib di Padang Panjang Sumbar tahun 1935, dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Sumatra Utara Medan tahun 1952—1953. Pernah menjadi guru Perguruan Islam di Seulimum, pemimpin umum Aceh Shimbun, kemudian Semangat Merdeka.

Pria yang pernah menjabat Gubernur Aceh (1957—1964) ini, berhasil membangun kota Pendidikan Darussalam yang di dalamnya berdiri dua Lembaga Pendidikan Tinggi yaitu Universitas Syiahkuala dan IAIN Jami’ah Ar-Raniry Darussalam. A Hajmy di samping sebagai seorang sastrawan juga seorang Ulama, Budayawan, Birokrat, Politikus, dan Tokoh Pendidikan Aceh. Namun dari sekian banyak jabatan yang pernah dipercayakan kepadanya, A Hasjmy lebih mementingkan dunia pendidikan. Dia berprinsip dengan majunya dunia pendidikan akan dapat mengubah kehidupan anak negeri ke arah yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup. Pendidikan adalah mercu suar dari kemajuan suatu bangsa. Sebagai seorang intelektual beberapa jabatan pernah dipercayakan kepadanya antara lain; Ketua Lembaga Sejarah Aceh (1969), Rektor IAIN Jami’ah Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, Ketua dan Lembaga Adat dan Kebudayaan Aceh (LAKA), dan Ketua Majelis Ulama DI Aceh. Sejak tahun 1976 ia menjadi guru besar ilmu dakwah pada IAIN Jami’ah Ar-Raniry Darussalam.

Dia telah mengarang tidak kurang dari 40 buku, meliputi Seni Budaya, Sejarah, Politik, Tata Negara, Dakwah dan Pendidikan, diantaranya; Kisah Seorang Pengembara (1936), Sayap terkulai (1936), Bermandi Cahaya Bulan (1937), Melalui Jalan Raya Dunia (1939), Dewan Sajak (1940), Suara Azan dan Lonceng Gereja (1940), Di Bawah Naungan Pohon Kemuning (1940), Kesusastraan Indonesia dari Zaman ke Zaman (1951), Semangat Kemerdekaan dalam sajak Indonesia (1963), Hikayat Perang Sabil Menjiwai Perang Aceh Lawan Belanda (1971), Ruba’i Hamzah Fansyuri (1976), Tanah Merah (Digul Bumi Pahlawan Kemerdekaan Indonesia) (1980), Sejarah Kebudayaan Islam, Dibawah Pemerintahan Ratu, Sumbangan Kesusastraan Aceh dalam Pembinaan Kesusastraan Indonesia, dan Semangat Merdeka (1985).

A.G.MUTYARA

Posted: April 8, 2009 in DATA SASTRAWAN ACEH

pengarang kreatif yang dapat dikategorikan sebagai penulis serba bisa. Karyanya berbentuk novel, esai, buku sejarah, budaya dan puisi yang telah tersebar diberbagai media massa dan sebagian besar telah diterbitkan. Namun, dia lebih dikenal sebagai novelis. Sebagai novelis, A.G. Mutyara dianggap salah seorang penulis yang produktif di Aceh. Sudah banyak karya-karya tulis lahir dari tangannya.

Tahun-tahun kreatifitas A.G. Mutyara adalah sekitar tahun 1940—1967, terbukti dengan dengan banyaknya karya yang lahir diantaranya; Sekembang Gugur (novel 1940), Mari Laila Pulang ke Desa (novel 1943), Leburnya Keraton Aceh (novel 1943), Gading Pengungsi (1947), Memperebutkan Gadis Feodal (novel 1947), Asmara Dalam Pelukan Pelangi (novel bersama A. Hasjmy dan Talsya, 1952), Tanda Mata Dari Kraton (1967), Direbut Kabut Kelam (sajak, 1979), Peristiwa Aceh (sejarah, 1946),. Sajak-sajaknya dimuat dalam L.K. Ara dkk (ed.) Seulawah: Antologi Sastra Aceh Sekilas Pintas (1995).

Selain sebagai seorang sastrawan dan budayawan, A.G. Mutyara juga berkecimpung dalam dunia jurnalistik. Dia pernah dipercaya menjadi Redaktur dan Pemimpin Redaksi berbagai harian di Banda Aceh. Meninggalkan dunia persuratkabaran tahun (1950).

ABADI.AG

Posted: April 8, 2009 in DATA SASTRAWAN ACEH


dilahirkan di dataran tinggi tanah Gayo, tepatnya di daerah Linung Bulen I, Bintang, Kecamatan Bintang, Takengon, Aceh Tengah, pada tanggal 14 September 1968. Pendidikan secara formal dari SD samapai SMP ditamatkan di Bintang. Kemudian melanjutkan pendidikan di PGAN Takengon. Alam dataran tinggi tanah Gayo yang dingin dan indah telah membentuk jiwa seni Abadi Ag. Demikian juga halnya kesenian Didong yang telah dikenalnya dari kecil juga ikut membantu bangkitnya jiwa seni dari dalam dirinya. Ikut grup Didong Bintang Asli tahun 1995. Grup Muger mengeluarkan album berjudul Sebuku Ni Ate. Karya-karya sastra Abadi Ag antara lain; Edet Gayo, Harta, Sejarah Linge, Mamurni Lauhku, Mujaik.

AGAM ISMAYANI

Posted: April 8, 2009 in DATA SASTRAWAN ACEH

sastrawan Aceh yang kreatif dan telah banyak melahirkan karya sastra terutama dalam bentuk puisi. Ia dilahirkan di Samalanga kabupaten Bireuen tahun 1968. Karya-karyanya telah tersebar diberbagai media massa nasioanal antara lain; Simfoni, Swara Dwipa, Bali Post, Surabaya Post, Suara Karya, Waspada, Kartini, Femina, Nona, dan Amanah. Kumpulan puisinya terangkum dalam “Lakon-Lakon Luka” (1988), L.K. Ara dkk (ed.) Seulawah:Antologi Sastra Aceh Sekilas Pintas (1995).

ALAN KASLAN

Posted: April 8, 2009 in DATA SASTRAWAN ACEH

sastrawan yang juga dikenal sebagai aktor teater ini, dilahirkan di desa Peunaga Pasi, Meulaboh Aceh Barat, 1 April 1969. Mulai menulis puisi sejak 1988, puisinya tersebar di beberapa media massa antara lain, Majalah Santun dan Serambi Indonesia.

Untuk mengasah bakat seninya pendiri biro pengkaderan sanggar Semilir Kembara Karya Meulaboh ini hijrah ke Banda Aceh. Di Banda Aceh selain terus menciptakan karya sastra, kehidupan teater tidak pernah ditinggalkannya. Kini menjadi menjadi anggota Teater Peduli Banda Aceh. Sajak-sajaknya dimuat dalam buku L.K. Ara dkk (ed.) Seulawah: Antologi Sastra Aceh Sekilas Pintas (1995).

ALISYAH

Posted: April 8, 2009 in DATA SASTRAWAN ACEH

salah seorang seniman dari dataran tinggi tanah Gayo, Aceh Tengah. Dalam bidang berkesenian ia mengkhususkan dirinya menjadi seniman dalam didong—seni bersyair di Tanah Gayo, Aceh Tengah. Ia dilahirkan pada tanggal l5 April l945 di Gelelungi, Aceh Tengah. Pada tahun l962 menyelesaikan SGA. Sejak tahun l961 ikut berdidong dengan grup Siner Pagi.Tugasnya sebagai pembisik. Pada tahun l962 sudah mulai ikut mencipta. Ciptaanya, Aceh Tengahni, Tun 45 di tulis tahun l971. Pada tahun l971 menjadi Kepala Desa di Gelelungi. Jadi guru bakti MIN di Gelelungi tahun l968, l969 dan l970.